Minggu, 04 Oktober 2009

[Sosiologi] RINGKASAN Dari Buku



INI LINK DOWNLOAD BIAR GAK USAH SUSAH PAYAH COPY PASTE
DOWNLOAD RAPIDSHARE





A. Struktur Sosial

            a. Pengertian Struktur Sosial
Struktur Sosial adalah sebuah tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Di dalam tatanan sosial tersebut terdapat hubungan timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk pada suatu keterangan perilaku.

            b. Ciri-ciri Struktur Sosial Menurut Abdul Syani

1. Struktur sosial mengacu pada hubungan-hubungan sosial pokok, yang dapat memberikan bentuk dasar pada masyarakat dan memberikan batas-batas pada kegiatan yang mugkin dilakukan oleh organisasi dalam masyarakat.

2. Struktur sosial mengacu pada hubungan sosial antara individu-individu pada saat tertentu. Oleh karena itu struktur sosial adalah aspek non-proses dari sitem sosial.

3. Struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan dalam masyarakat. Kebudayaan masyarakat berhubungan dengan derajat dari susunan sosial masyarakat.

4. Struktur sosial memiliki realitas sosial yang bersifat statis dan memiliki kerangka yang membentuk suatu tatanan.

5. Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung dua pengertian

            1. Struktur sosial memiliki peranan yang bersifat empiris.

2. Dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap pemeberhentian di mana terjadi stabilitas.







            c. Fungsi dan Bentuk Struktur Sosial
                       
Fungsi Struktur sosial menurut Mayor Polak adalah dapat berfungsi sebagai pengawas sosial, yakni sebagai penekan kemungkinan-kemungkinan dalam pelanggaran norma, nilai, dan juga peraturan yang berlaku di suatu kalangan masyarakat. Dapat juga dimanfaatkan sebagai dasar disiplin suatu kelompok sosial.

Peter M. Blau membagikan  bentuk struktur sosial menjadi dua secara garis besar, yaitu Intersected Social Structur (ISS) dan Consolidated Social Struktur (CSS)

1. Inetersected Social Structur, dikatan Intersected apabila keanggotaan bersifat menyilang, maksudnya menyilang adalah keangotaan terdiri atas bermacam-macam suku, ras, atau pun agam ayang berbeda-beda.

2. Consolidated Social Structur, dikatan Consolidate apabila terjadi tumpang tindih parameter, menjadikan penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok sosial .
                       
Menurut Nasikun, Struktur sosial dapat dilihat secara horizontal dan secara vertikal, secara horizontal maksudnya perbedaa suku, agama dan ras yang berbeda-beda. Sedangka secara vertikal maksudnya struktur sosial ditandai dengan adanya kesatuan sosial bedasarkan lapisan-lapisan sosial.

B. Diferensiasi Sosial

a. Pengertian Diferensiasi sosial
Artinya secara sosiologi adalah penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejenis, ini merupakan bentuk klasifikasi sosial secara horizontal.

Dalam masyarakat beragam atau (Plural Society), pengelompokan horizontal bedasarkan pada perbedaan ras, etnis, klan dan agama. (Afalkan bagan 1.1 halaman 7).

Diferensiasi Ras adalah pengelompokan manusia atas ciri fisik yang sama.



b. Kemajemukan Sosial Budaya, ditandai dengan 4 hal berikut ini:

            1. Bedasarkan Ciri Fisik.
Diferensiasi ini timbul karena adanya perbedaan fisik, warna kulit, bentuk rambut, mata, ... Ciri-ciri fisik disebut ciri-ciri fenotip kuantitatif karena bisa diukur dengan jelas.

2. Bedasarkan Ciri Sosial
Diferensiasi ini akibat perbedaan pekerjaan yang menyababkan cara pandang orang yang berbeda-beda, dan juga perbedaan dalam pola perilaku masyarakat. Contohnya perbedaan perilaku seorang tentara dengan seorang guru.

3. Bedasarkan Ciri Budaya
Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat dengan nilai-nilai yang dianutnya. Contohnya religi, keuletan, ketangguhan, dan sifat-sifat lainnya kebanggaan suatu budaya, seperti contohnya orang Maluku yang berani-berani akibat sering berlayar.

c. Bentuk-bentuk Diferensiasi Sosial

1. Diferensiasi Ras Menurut Ralph Linton
Secara garis besar manusia dibagi dalam ketiga ras besar berikut ini:
            1.1. Ras Mongoloid (Berkulit kuning kecoklatan)
            1.2. Ras Negroid (Berkulit Hitam)
            1.3. Ras Kauskasoid (Berkulit putih)

            1.1. Ciri-ciri ras Mongoloid
·        Kulit kuning sampai sawo matang.
·        Rambut lurus
·        Bulu badan tipis.
·        Mata sipit
·        Dibagi menjadi dua subras, yaitu:
o       Ras Mongoloid Asia
o       Ras Mongolid India




1.2. Ciri-ciri ras Negroid
·        Rambut keriting
·        Kulit hitam
·        Bibir tebal
·        Kelopak mata lurus
·        Dibagi menjadi lima subras, yaitu:
o       Negrito
o       Nilitz
o       Negro Rimba (ketika menghafal ingat muka Salman)
o       Negro Oseanis
o       Hotentot-Bosesman

1.3. Ciri-ciri ras Kauskasoid
·        Hidung mancung
·        Kulit putih
·        Rambut pirang, kecoklatan
·        Kelopak mata lurus
·        Dibagi menjadi lima subras, yaitu:
o       Nordic
o       Alpin
o       Mediteran
o       Armenoid
o       India

2. Diferensiasi Ras Menurut A.L Kroeber

2.1. Ras Austroloid, Aborigin (Ingat Salman).

2.2. Ras Mongoloid
            2.2.1. Asiatic Mongoloid
            2.2.2. Malayan Mongoloid
            2.2.3. American Mongoloid

2.3. Ras Kauskasoid
            2.3.1. Nordic
            2.3.2. Alpine
            2.3.3. Mediteranian
            2.3.4. Indic

            2.4. Ras Negroid
                        2.4.1. African Negroid
                        2.4.2. Negrito
                        2.4.3. Melanesian



            2.5. Ras Khusus
                        2.5.1. Bushman
                        2.5.2. Vedoid
                        2.5.3. Polynesian
                        2.5.4. Ainu

3. Pembagian sub-Ras Indonesia

            3.1. Negrito, di Semang, Semenanjung Malaya.
           
3.2. Vedoid, suku Sakai (Riau), suku Kubu (Jambi), dan Toala dan Tonguna (Sulawesi)

            3.3. Neo-Mellonesoid, di Kepulauan Aru

            3.4. Melayu, dibagi atas dua subras, yaitu:
3.4.1. Melayu Tua atau Roto Melayu: Batak, Toraja, Dayak.
3.4.2. Melayu Muda atau Deutro Melayu: Aceh, Jawa, Minang.

- - -
















Ciri-ciri fisik setiap ras berbeda karena, beberapa faktor berikut ini:

            1. Kondisi Geografis dan Iklim
Orang yang hidup di daerah dingin akan memiliki hidung yang lebih panjang dan menonjol, yang berfungsi untuk mengontrol suhu, sedangkan orang yang hidup di daerah dingin akan memiliki hidung yang lebih lebar.

2. Faktor Makanan
Orang-orang yang bertubuh besar cenderung dapat dijumpai di daerah berhawa dingin sementara di daerah tropis orangnya lebih pendek-pendek.

3. Faktor Perkawinan atau Amalgamasi (Indo)
Akibat mobilitas masyarakat yang besar, maka memungkinkan untuk terjadinya perkawinan campur. Contohnya, ras kauskasoid menikah dengan ras mongoloid, akan memiliki anak yang memiliki ciri dari kedua ras tersebut.




            2. Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)
Keanekaragaman suku bangsa di Indonesia juga menyangkut keanekaragaman budayanya. Hal ini meliputi perbedaan adat istiadat, religi, budaya, dan keseniannya.

Namun setiap suku bangsa di Indonesia memiliki persamaan yaitu:
            2.1. Bedasarkan asas kekeluargaan
            2.2. Asas yang sama dalam hak atas tanah.
            2.3. Persamaan hukum adat.
            2.4. Memiliki lembaga adat penduduk asli.       

            3. Diferensiasi Klan
Klan merupakan kesatuan genealogis (Kestuan turunan), religio magis (kesatuan kepercayaan), dan tradisi (kesatuan adat).
           
3.1. Klan bedasarkan religio magis tercermin pada kesakralan hubungan kekeluargaan klan.

3.2. Klan bedasarkan kesatuan genealogis, adalah kesatuan darah atau keterunan yang sama, maksudnya kalau orang batak disarankan untuk menikah dengan orang batak juga demi kelangsungan nama klan.

3.3. Klan bedasarkan adat, klan memegang teguh kepada adat dan upacara-upacara yang ada di sistem kekeluargaan mereka.

- - -

Bentuk klan di Indonesia ada dua jenis, yaitu:
           
1. Klan garis keturunan Ibu (Matrilinear).

2. Klan bedasarkan garis keturunan Ayah (Patrilinear)

4. Diferensiasi Agama
Pada prinsipnya manusia akan kagum atas sesuatu yang lebih hebat darinya akibatnya manusia percaya akan kekuatan mistis yang berada di luar dirinya, bedasarkan pengalaman itu akhirnya manusia memiliki kepercayaan, dan dewasa ini kepercayaan itu disebut agama.

Dalam perkembangannya agama mempengaruhi manusia, sebaliknya manusia juga mempengaruhi agama jadi terjadi hubungan yang dinamis anatar agama dan manusia.



5. Diferensiasi Jenis Kelamin
Bedasarkan Diferensiasi klan diatas maka Diferensiasi jenis kelamin berlaku pada:

5.1. Masyarakat dengan bentuk klan Patrilinear akan membuat posisi laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.

5.2. Masyarakat dengan bentuk klan Matrilinear akan membuat posisi perempuan lebih tinggi dari laki-laki

Meskipun pada hakikatnya Diferensiasi jenis kelamin ini pada masyarakat modern sudah mulai memudar.



6. Diferensiasi Profesi
Merupakan bentuk Diferensiasi sosial yang menggolongkan masyarakat bedasarkan profesinya. Bedasarkan perbedaan profesi maka kita mungkin pernah mendengar dengan Serikat Buruh, Persatuan Guru, POLRI, yang merupakan bentuk pengelompokan atas Diferensiasi profesi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar